Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2018

Melepas

Seperti hujan yang turun
berani jatuh
meninggalkan ketinggian
menyentuh tanah
kotor berdebu

Seperti hujan yang turun
berani melepas
kenikmatan
bergumul dengan
kekumuhan

Seperti hujan yang turun
mengalir sesuka hati
untuk kembali
ke laut lepas
bebas


Cipaganti
11.07.2018

Jumat, 10 Maret 2017

DEAR MY LUVLY HUBBY




I love you without doubt
I love you within my heart
I love you suddenly and so easy
I love you just the way you are

For you I'm real
For you I'm full
For you I will always be there
For you forever

There's one man in my heart
One man in my head
One man in my bed.

I live only once
I love only once
I marry only once
I only have you

Dear my luvly hubby,
I will never gonna fall in love but with you
Because you opened my mind
you made me sure there's no men same
You give your love so easy

You teach me how to love and to be loved
You make me stonger and sure
You make me trust in love
Your attention make me comfort

Dear my luvly hubby,
I wish you understand
and I love you till the end of time.




Bandung
10.03.2017
Untuk orang yang mencintaiku
apa adanya

Senin, 03 Oktober 2011

pelabuhan terakhir

sulit untuk menentukan pelabuhan baru
kapalku terbiasa arungi samudera luas
lalu berlabuh di dermaga keras
hempasan gelombang tak jadi penghalang
hantaman badai tak bikin petualangan ini usai
kapalku tegar untuk kembali
pulang ke dermaga keras
tempat awal berlayar

1.10.2011

Rabu, 06 April 2011

Debu Di Langit langit Kamarmu









aku debu
menempel di langit langit kamarmu
kau tak pernah tahu aku selalu di sana
dan tak pernah bisa menyentuhku
di sana aku leluasa
melihat keterbukaan
tak sekedar tubuh telanjang
menikmatimu tanpa malu-malu
tanpa rasa bersalah

membaca diary-mu
menyaksikan segala tangis,tertumpah
tak perlu sembunyi-sembunyi
tak juga harus tutup mata
mengetahui kekuranganmu
lalu aku harus siap
kamu
apa adanya
aku ada
seperti debu
di langit-langit kamarmu

Peluk



tanpa jutaan kata
berhamburan, hanya sentuhan hati
lewat kulitmu
banyak makna, rasa nyaman
terungkap dengan
peluk

Sabtu, 19 Maret 2011

Terima kasih










waktu membawaku kabur
menghilang dari dirimu
atau kau yang lari dariku
ada cinta kau
perlihatkan
di antara sesaknya nafas beradu
AKU CINTA KAMU!!!
teriakanku
teriakkan aku sekali
lagi
sebelum senja tenggelamkan
kamu



(di atas itu sketsa Kavana)

Kamis, 17 Maret 2011

Sewaktu












puntung rokok berserakan
aku hindari karena hati ini ingin kau
serpihan pilar keyakinan tersebar
gerogoti jiwa seperti kanker yang menyiksa
aku biarkan karena hati ini pilih kau

kau hadir di sela mimpi
buai rembulan dengan bualan
sewaktu detak jarum jam berputar mundur
mata terpejam
karena aku cinta
kau

Jumat, 11 Maret 2011

untuk...mu


menggulung langit
meredupkan matahari
menjatuhkan bintang-bintang
menenggelamkan laut
meratakan gunung
menunggu waktu berhenti berdetak
meluluhkan hatimu
menanti...ku

Rabu, 09 Maret 2011

tempat kita













ini tempat kita bermain
ini tempat kita sembunyi
ini tempat kita bercinta
dan
jangan bilang-bilang

Kamis, 24 Februari 2011

Jumat, 11 Februari 2011

Air mata



air mata ini untukmu
untuk hidupmu
untuk senyummu
untuk pelukmu
untuk pedih yang tak pernah singgah
di derai tawamu
untuk cinta yang kau sisipkan
di tiap tetesnya

Rabu, 09 Februari 2011

kamu



senyummu
pudarkan mendung
birukan langit hitam
cairkan hujan
terserap lenyap
sisakan sejuk ke dalam
cinta

kristal hati


tak selamanya tersembunyi
kilaunya bersinar,
nanti...
seperti yang kau tunggu
seperti harapanku

Sabtu, 05 Februari 2011

Percikan













perjalanan yang aku lalui
terjal
menyenangkan
melelahkan
seperti tetesan hujan
hampir usai
tatkala mentari kembali berbinar
lanjutkan waktu bertugas yang masih tersisa
bentangan tujuh warna keajaiban menjelma
perciki hati yang sedari tadi terdiam
tebarkan senyum dan bersiap damaikan jiwa
aku tetap bersinar
seperti pelangi
untukmu

Kamis, 03 Februari 2011

Jumat, 28 Januari 2011

Bukan dia











sudah,
senja sudah mulai merayuku
hentikan dulu
hati ini tetap untukmu

Jumat, 21 Januari 2011

Menghitung Pelangi












jiwaku terbelah, untuk kau tapaki
mengisi hari-hari menyusun butiran hujan
cantik. tak menepi
aku terpaku di ujung harap
menanti detak jam yang tak kunjung usai
jembatan pelangi menjadi saksi
kau tetap akan ku nanti
hingga jarum jam usai berdetak
karena bayangmu halangi geraknya
tersenyum di depanku
nanti