Tampilkan postingan dengan label puisi patah hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi patah hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2019

Setelah Bapak Pergi

Setelah bapak pergi....dia bahagia
tak ada lagi sakit terasa
tersenyum dalam tangan Tuhan
tergesa jumpa belahan jiwa

Setelah bapak pergi
wajah pucatnya masih menari
lelahnya berhenti
tertutup peti mati

Setelah bapak pergi
banyak cerita tersisa
sedih...letih...perih
tak pernah jadi derita

Setelah bapak pergi
aku yang sakit
tak sanggup tuai duka
menahan rindu pada bapak

19.10.2019

Turut belasungkawa atas berpulangnya Bpk St. P. Siregar (St Farrel Doli)
Pada hari Kamis, 17 Oktober 2019.

Kamis, 21 Juli 2011

sunyi

aku sendiri, kau menunggu
di sana. Tak kau beri tahu
arah yang tepat
rintik hujan merayu pelan
bisikkan kerinduan, menyesatkan
bau peluh bercampur nanah,
tipuan tersaput angin

merinding sendiri, kau menunggu
di entah tempat yang mana
gelap merayap memeluk erat
tahan langkah hentikan cinta
sajikan silhuet tanganmu kekar
peluk kesunyian
diam, nikmati tiap detik bersamanya

aku sendiri, kau menunggu
di entah kapan waktu bertemu
melabuhkan cinta
yang aku punya

Kamis, 14 Juli 2011

Selera

ada yang terkoyak
tapi aku tak sedang bersajak
hanya ikuti jejak jejak
jejakaku
tatkala aroma peluh begitu menggoda
titik liurku nikmati tatapmu
presentasi desert sempurna
dengan bahan kadaluarsa
sesuatu yang sedap
tak dapat kukecap
walau rasa meresap
seleraku mendadak lenyap

Jumat, 10 Juni 2011

tak ada

air mata terurai
saat hati kembali robek
setelah tercabik berkali-kali
terlihat rombeng oleh tambalan

tak ada toko khusus penjual hati
tak ada dokter hebat
dapat memulihkannya jadi utuh kembali
mungkin saja cintamu jadi obat
atau hatiku tetap terkoyak
hingga tamat riwayat



jumat 10 Juni 2011

Senin, 28 Maret 2011

Sekuntum Kembang

Aku hanyalah sekuntum kembang
hanya perlu kau siram kasih sayang
tatkala nektarku habis dihisap
kelopakku berguguran
dan habis sudah

Senin, 21 Maret 2011

Sesaat

semilir angin temani aku
nikmati paras indahmu
bau tubuhmu
keberadaanmu
hanya ingatan
sesaat, itu tak berasa

taman ini jadi
tak indah, kepak sayapmu
menjauh
tebaran bunga warna warni
tak bisa menahanmu

lalu semilir angin terbangkan kelopak
warna warni
halau bayangmu
menggayut tutupi awan
keberadaanmu,
hanya sesaat

Kamis, 17 Maret 2011

Puisi Itu Aku













Puisi itu kata-kata
tapi kata-kata bukan puisi
mungkin hanya umpatan dan caci maki
tiada indah sama sekali

Puisi itu isi hati
tapi isi hati bukan puisi
mungkin hanya ungkapan yang terlewat
saat tak ada tempat untuk berbagi

Puisi itu aku
tapi aku bukan puisi
mungkin hanya oknum yang tak tahu diri
tatkala nafsu lepas kendali

Puisi itu aku
walau kenyataannya aku bukan puisi
hanya orang yang selalu memungut
huruf-huruf, lalu ditukar dengan isi perut

Puisi itu aku
yang setia jejalkan kata-kata
kumpulkan umpatan dan cacian
umbar isi hati

Puisi itu aku,
mungkin

Jumat, 11 Maret 2011

tajam


setajam apa pisau yang sudah kau siapkan
untuk menusukku?
bahkan hanya dengan apa yang kau katakan
sudah sangat membuatku perih

mungkin aku terkulai
tak bernyawa

Rabu, 09 Maret 2011

pelangi galau



seperti warna-warna yang tak beraturan
seperti tarikan nafas saat aku terlelap
tak peduli orang lain tahu
karena aku tak pernah tahu
isi hatimu sebenarnya

Kamis, 03 Maret 2011

tolong dengar











kuncir rambut
belum juga rapi.

menyisir belum seluruhnya tersentuh
tanganmu hendak menggapai
apa,
mendengarku pun
tidak biasa
kau lakukan.

Kamis, 24 Februari 2011

Marbel

debur ombak masih tetap tegarkan kokoh
karang yang berbaris diam
walau sedikit kusam,
pekat berkawan
indahnya masih hiasi senyum lembutmu

Marbel,
dan nama itu buyarkan semua mimpi
tatkala terjaga
pedih kian menyiksa

Senin, 21 Februari 2011

denganmu

lompati tiang tinggi, dan tak pernah tergapai
coba lambungkan asa, hanya bisa tertawa
putihkan jiwa, bergeming dalam lelah
tak terkira

denganmu saja semua itu terlewati,lalu
senyum itu kembali menyapa
padam
perlahan

kembali nanti atau tak selamanya
denganmu saja
perih menyepi
tak berulang. lagi

Jumat, 11 Februari 2011

menunggu



tatkala bunga-bunga berguguran
embun bersenandung
lirih
di mana hendak bertengger
jika sepoi angin
tak lagi akan membelainya

Rabu, 09 Februari 2011

di ujung penantian

tergesa aku berpacu dengan waktu
berlomba dengan derasnya hujan
mengejarmu
kilatan petir coba mencumbu
mesra, aku hindari
satu rabaan, tubuh rapuhku
hitam tak bermakna

masa yang bergulir terlalu cepat
penantian berujung sesat
harapkan peluk erat
darimu, tak dapat hirup harum tubuh
hingga petir membelai
mataku tertutup
rapat

melangkah












kaki-kaki kecil berjalan pelan
tapaki titian sempit
di antara panas
menggigit, serta dingin
mencabik sengit
bilah-bilah waktu berlari
tinggalkan semua
...telah usai
dan berpaling

Sabtu, 05 Februari 2011

Terlalu

mengkhayalkanmu
terdiam di balik sepi
menghitung rintik hujan yang turun
satu-satu

menginginkanmu
mengirimiku hanya seutas senyum
yang tumbuh dari hatimu
bukan beribu kata-kata manis
penutup kepalsuan

mengharapkanmu
untuk tidak terlalu
mencintaiku

Kamis, 03 Februari 2011

lenyap

tatkala terjaga
kenyataan memang tak ada
meski tangan coba menggapai
hanya hitam yang meraja


Rabu, 02 Februari 2011

Mengenang




diamku menari di antara bayang hitammu
resahmu warnai gundahku
lalu kidung duka mengalun merdu lewati titian sendu
tatkala mata terbuka, ragamu menjelaga
musnah tertiup angin

Jumat, 28 Januari 2011

Cinta Mati











desiran angin selalu mengingatkan padanya
pada kelembutan hati di antara genitnya daun-daun
bergoyang, menarik perhatian sang angin
mengantarkan aroma khas yang selalu bisa
aku
hirup

sejuknya senja selalu membuatku nyaman
kibasan waktu tak pernah bisa hentikan hasrat
akannya, walau ruang membatasi
aku
tak akan pernah mati

Jumat, 21 Januari 2011

Rain











rain on my heart
didn't go away
stormy and slow
waited for your torn
will you come again?
or just flowed with the cloud
so dark, so fast
so cold makes me stress
and i'm gone with blessed