Jumat, 09 September 2011

Karena kita tak sama

Empat bulan berlalu tak ada lagi yang memanggilku el nino. Apa karena Fernando Torres sudah tak berkostum merah lagi? Apa karena Fernando Torres lebih suka di Chelsea walau performanya menurun? Meski aku sangat cinta Liverpool, aku tak begitu suka Torres, tapi mengapa tiba-tiba suka julukan yang diberikan pada Fernando Torres kau sebutkan padaku? Mengapa aku tiba-tiba suka panggilan sayangmu seperti itu?
Apa aku seperti gelombang panas? Atau memang seperti anak laki-laki kecil?

Tak penting seperti apa aku yang pasti el nino terjadi karena pemanasan di ekuator Samudra Pasifik dan pemanasan global juga menjadi salah satu unsurnya. Dan kini aku hanya kehilangan panggilan itu. Apa sekarang  el nino  tergeser la nina? Kau tak lagi menghubungiku. Kemana? Berbincang dengan Tuhanmu? Apa yang dibilang Marcell kalau "Tuhan memang satu, kita yang tak sama..." benar adanya.

Seandainya kita sama, kisah ini tak akan pernah terjadi. Kalau Tuhan tak hanya satu, kau tentu akan memohon pada Tuhanmu untuk bekerja sama dengan Tuhanku memudahkan urusan kita. Lalu apa salah satunya akan mengalah? Siapa yang akan meluluhkan hatimu, Tuhanmu atau Tuhanku? Siapa yang akan menyatukan kita? Kita yang tak sama akankah saling mengerti atau saling mengalah?

Kalau kita sama, tak akan pernah ada yang memanggilku el nino. Kalau kita sama tak pernah akan ada yang bertanya,"Sedang apa?"

Sayangnya karena kita tak sama maka kisah ini menjadi semakin rumit. Karena kita tak sama timbul banyak pertanyaan dan pertentangan. Karena kita tak sama maka sulit untuk mencapai kepastian. Bukan karena kita sama-sama egois dan tak mau mengalah, tapi karena kita memang tak sama.

Aku ingin kita sama, hanya tak mau mengubahmu. Kesamaan itu harus hadir dari hatimu bukan karena aku atau apapun yang berhubungan denganku. Seperti el nino yang meluruh dan habis karena waktu. Aku menghormatimu karena kita tak sama. Kita usai karena kita tak sama.

Ketika Emak Menunggu

Wajah emak berseri-seri, kebahagiaan sangat jelas terpancar. Sinar purnama pun kalah benderang. Alasannya adalah tadi pagi Pak RT menyampaikan surat dan membacakannya di depan emak. Maklum emak tak bisa membaca. Isi surat mengatakan kalau anak lelaki emak semata wayang akan pulang. Katanya paling lambat 2 hari sebelum lebaran. Itu yang bikin emak sangat bahagia.

Setelah 3 tahun meninggalkan emak tanpa kabar, kini Masripan yang katanya merantau ke Kalimantan akan pulang menemui emak. Setelah 3 tahun tanpa kabar, emak akan kembali memeluk buah hatinya. Mungkin saja Masripan akan membawa keluarganya. Membawakan emak cucu-cucu yang lucu meskipun dalam surat Masri tidak banyak bercerita.

Dua hari sebelum lebaran berarti 3 hari lagi dari sekarang. Emak sudah tidak sabar menunggu detik-detik mengharukan. Emak tidak peduli walau nanti Masri tidak membawa apa-apa. Emak tidak peduli lebaran tinggal menghitung hari. Momentum yang paling emak tunggu hanya kedatangan Masri.

##############################################################

Dua hari sebelum lebaran di sebuah terminal, seorang pemuda tampak kebingungan. Wajahnya terlihat sangat lelah. Kesedihan terpancar dari parasnya yang hitam legam. Seseorang coba mendekatinya, berusaha menenangkan pemuda itu dengan memberinya segelas air mineral. Tapi pemuda itu menolak, ketakutan malah semakin terpancar dari kedua matanya. Lama-lama kelakuannya meembuat orang lain penasaran. Dia mulai berteriak kalau dirinya baru saja dirampok.

Teriakan-teriakan pemuda itu membuat orang berkerumun. Menyadari keadaan itu, si pemuda semakin panik. Dia pikir orang-orang itu akan menyerangnya. Ada kemungkinan pemuda itu korban kejahatan bermodus hipnotis. Tapi siapa juga yang tahu karena pemuda itu terlihat seperti kurang waras.

Kepanikannya berakibat malapetaka. Menghindari kerumunan orang yang penasaran atas sikapnya, pemuda itu berlari liar tanpa memerhatikan lingkungan sekitar. Dia tidak menyadari sampai sebuah sedan berwarna silver yang berlari kencang membentur badannya. Tubuh legam terbalut jins lusuh dan kemeja merah marun itu terpental ke udara. Sempat terguling beberapa kali setelah kepalanya membentur pinggir trotoar. Trotoar itu basah dan memerah. Pemuda legam tak berkutik. Tak lama polisi datang karena sebelumnya polisi menerima laporan tentang pemuda panik yang tampak tak waras. Dari hasil penelitian, polisi tidak menemukan kartu identitas atau apapun yang dapat mengenali pemuda yang kini tinggal tubuh kakunya. Entah siapa namanya, dan darimana asalnya.

##########################################################

Tanga kiri emak terluka. Sabit yang digunakan untuk menyabit rumput mengenai tangannya. Aaah...rasa sakit ini akan segera sembuh dengan kedatangan Masripan. Toh selama ini emak sering terluka. Hanya luka kecil yang tak akan membuat emak mati. Kalau emak mati, bagaimana bisa bertemu Masripan.

Hari sudah mulai gelap, tapi Masri belum juga tampak. Apa dia tak jadi pulang? Tapi emak sangat yakin dengan apa yang dia dengar ketika Pak RT membacakan suratnya, "paling lambat Masri pulang 2 hari sebelum lebaran". Atau ada keterlambatan jadwal keberangkatan kapal yang membawa Masri ke tanah Jawa sehingga mungkin baru nanti malam Masri tiba.

Pagi berganti dan emak masih menunggu. Emak masih sangat antusias bisa merayakan lebaran bersama Masri. Besok lebaran tiba. Besok atau mungkin hari ini Masri akan datang. Emak harus memasak makanan kesukaan Masri, tempe mendoan dengan sambal kecap.
Selama hidup dengan emak, Masri belum pernah merasakan makanan enak. Satu-satunya makanan enak yang Masripan dapat dari emak ya tempe mendoan itu.

Maghrib mulai bergulir, tempe mendoan sudah dingin, gema takbir mulai meramaikan langit, mengagungkan kebesaran Allah. Tapi Masripan belum juga datang. Bahkan kabar pun tak emak dengar. Mungkin nanti malam atau besok saat lebaran, emak akan tetap menunggu.

Selasa, 09 Agustus 2011

Kekuatan supranatural


Suatu hari saya bertanya pada beberapa orang teman tentang kelebihan yang ingin mereka miliki kalau memang diberi kekuatan untuk mengubah sesuatu, seperti kekuatan yang dimiliki tokoh dalam film seri HERO. Jawaban mereka macam-macam dengan alasan tersendiri.

Saya penggemar film-film bertema magis dan futuristik tapi tidak untuk HARRY POTTER. Film-film yang dikemas dalam cerita kehidupan sehari-hari. Sebut saja seperti BUFFY, the VAMPIRE SLAYER, HERO, CHARMED, dan banyak lagi film-film semacam itu.



Menghentikan waktu, melihat masa depan, kekuatan membunuh vampire, kehidupan abadi, kembali ke masa lalu, melihat hal yang tak terlihat, mengendalikan pikiran orang, menghilang, terbang, dan banyak lagi kekuatan supranatural yang tak bisa dimiliki orang biasa. Hal itu adalah dambaan. Ketika saya menanyakan kekuatan apa yang ingin dimiliki, rata-rata alasan dari jawaban mereka adalah memperbaiki kehidupan mereka saat ini. Egois memang. Tapi itu manusiawi.

Saat dihadapkan pada hal-hal yang sulit manusia tentu akan menyelamatkan diri sendiri. Mencoba keluar dari sebuah persoalan tanpa memikirkan orang lain. Tidak dipungkiri kalau hal seperti itu pun ada pada diri saya. Tak apa, itu manusiawi.

Saya ingin bisa melihat hal yang tak terlihat. Melihat makhluk-makhluk gaib dan mengobrol dengan mereka. Mengetahui seberapa jeleknya mereka sehingga orang-orang takut, kaget dan enggan untuk bertemu dengan makhluk yang tak terlihat. Buat sebagian orang hal itu menyeramkan, buat saya hal itu akan sangat menyenangkan. Sesuatu yang tak terlihat bisa berada di mana saja. Mengasyikkan kalau saya bisa berteman dengan salah satu dari mereka. Memintanya untuk pergi ke tempat tertentu, lalu menceritakan semua pada saya apa yang terjadi. Dari penjelasan ini terbukti kalau yang saya inginkan demi kepentingan pribadi, lalu tujuannya untuk apalagi?

Saya bukan tokoh atau karakter dalam film yang kekuatannya digunakan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat, membasmi kejahatan, dan semacamnya. Saya bukan pahlawan dan tak ingin jadi pahlawan. Biarkan saja takdir yang seharusnya terjadi, terjadi seperti itu. Saya tidak ingin dan tidak harus merubahnya.

Kekuatan yang ingin saya miliki bukan pula untuk memata-matai. Hanya akan tampak menyenangkan bisa berkomunikasi dengan yang tak terlihat. Itu artinya saya bisa mengendalikan rasa takut yang tidak beralasan pada hal yang tak terlihat. Menayakan apa di dunia tak terlihat juga ada cinta dan problematikanya. Setelah itu saya akan menulis sebuah fiksi yang sebenarnya nyata.

Lalu, kekuatan apa yang ingin anda miliki?

Senin, 01 Agustus 2011

Ramadhan, saat mengevaluasi diri

Tak terasa Ramadhan kesekian puluhtahun aku ulangi lagi. Apa ini akan jadi Ramadhan terakhirku? Entahlah.
Setiap aku melewati bulan ini, selalu rasanya ingin menangis. Mungkin saja aku hanya bisa melewati setengahnya, atau hanya sehari saja, atau hanya...
Apa bisa aku melewati sebulan penuh tanpa cacat dan cela? Lagi-lagi hanya pertanyaan.

Beruntung Allah memberikan satu bulan yang penuh berkah dalam setahun. Satu bulan yang harusnya aku jadikan cermin untuk memperbaiki tingkah laku, perkataan, dan perbuatan untuk masa depanku, dan evaluasi masa laluku.

Satu bulan yang harusnya memperbaiki resolusi hidup yang akan aku jalani. Mau jadi apa aku, dan untuk apa aku hidup. Sebagai muslim, semua tujuan hidup adalah untuk mencari ridho Allah dengan tidak melupakan hubungan antar sesama makhlukNYA.

Aku hanya berharap yang aku lakukan di bulan ini membekas pada kehidupanku yang akan datang. Belajar benar-benar ikhlas, melepas semua yang aku cintai hanya untuk Allah. Mengingat bahwa semua yang ada di dunia ini milik Allah. Sebetulnya yang mempengaruhi kehidupanku adalah rasa takut bukan pada Allah.

Ketakutan yang datang karena pengaruh perkembangan jaman. Aku takut tak dapat mengikutinya. Aku takut kehilangan orang-orang yang aku cintai. Aku takut tak dapat bertahan. Aku takut ditinggalkan. Aku takut sendirian. Padahal Allah menghadirkan aku ke dunia ini sendirian, dan kelak aku akan pulang sendirian. Tertanam dalam tanah pengap, sendirian. Hanya cacing-cacing dan bakteri pemakan bangkai yang menemaniku, menguraikan ragaku kembali menjadi tanah. Lalu rohku akan dihadapkan pada sidang pertanggungjawaban...sendirian.

Seharusnya rasa takutku adalah untuk Allah. Takut Allah meninggalkanku makanya aku harus lebih dekat denganNYA. Takut Allah membenciku makanya aku harus benar-benar mencintaiNYA. Takut Allah tak menghiraukan perbuatanku, makanya aku harus berbuat baik dan mencari perhatianNYA. Ketakutanku pada Allah seharusnya menjadi kecintaan pada Rabbul 'alamin.

I can only pray to Allah to be able to feel the pleasure of Ramadhan next year.
In order to return prostrate before God, begging Allah's forgiveness and get guidance.
Ramadhan...please, be mine forever.

Survivors running fast, may Allah accept our deeds. Ameen.

Kamis, 21 Juli 2011

sunyi

aku sendiri, kau menunggu
di sana. Tak kau beri tahu
arah yang tepat
rintik hujan merayu pelan
bisikkan kerinduan, menyesatkan
bau peluh bercampur nanah,
tipuan tersaput angin

merinding sendiri, kau menunggu
di entah tempat yang mana
gelap merayap memeluk erat
tahan langkah hentikan cinta
sajikan silhuet tanganmu kekar
peluk kesunyian
diam, nikmati tiap detik bersamanya

aku sendiri, kau menunggu
di entah kapan waktu bertemu
melabuhkan cinta
yang aku punya

Kamis, 14 Juli 2011

Selera

ada yang terkoyak
tapi aku tak sedang bersajak
hanya ikuti jejak jejak
jejakaku
tatkala aroma peluh begitu menggoda
titik liurku nikmati tatapmu
presentasi desert sempurna
dengan bahan kadaluarsa
sesuatu yang sedap
tak dapat kukecap
walau rasa meresap
seleraku mendadak lenyap

puisi puisi pendek tentang ibu

#1
tiap tetes air susumu
adalah denyut nadiku

#2
ibu, peluhmu
kebahagiaanku
senyummu
surgaku

#3
aku terlelap di pelukmu
saat gelegar halilintar
menampar muka bumi

#4
kasih yang tak pernah lekang
oleh emosi dan kebencian
kasih yang tak terbasuh
peluh dan tubuh rapuh

#5
kasih ibu sepanjang jaman
terimakasihku hanya lewat jam-jaman

#6
perempuan perkasa
dengan cinta luar biasa

#7
ibu
tubuhmu tak layak dijilat
api neraka

#8
menjadi yang kau inginkan
masih sebuah harapan

#9
surgaku di telapak kakimu
nerakaku di balik pedih hatimu

#10
Tuhanpun mengalah
betapa tinggi kedudukanmu
tiada maafNYA
tanpa maafmu

#11
tak perlu mengumbar kata cinta
baktiku jadi bukti