Senin, 23 September 2013

Selamat Ulang Tahun Mama


Selamat ulang tahun mama
hanya itu yang bisa aku berikan saat ini
aku sama sekali tak bisa memberimu apa apa
bahkan kebahagiaan

apa mama bahagia dengan ucapanku itu?
semoga saja demikian
sebab kebahagiaan mama adalah aku
dan kebahagiaanku adalah mama

Selamat ulang tahun mama
tahun ini aku sama sekali tak punya uang
rupiah yang aku kumpulkan selama ini
habis bukan
buat mama

Selamat ulang tahun mama
semoga tidak hanya ucapan itu yang akan aku berikan
nantinya

Jumat, 25 Januari 2013

Agama yang Baik?

Ketika saya diajukan satu pertanyaan, "Agama yang paling baik apa?"

Di madrasah saya dapat dengan leluasa menjawab pertanyaan itu disertai dengan dalil naqli yang ada dan tentu saja dapat dipercaya. Meyakinkan murid-murid saya agar tidak pernah berpaling walau maut taruhannya. Memberi mereka pengertian bahwa Tuhan tidak pernah tidur, tidak pernah lupa, dan segala sesuatu di sisiNya ada ukurannya. Memberi gambaran pada mereka tentang siapa calon penghuni surga dan neraka kelak. Sehingga pertanyaan itu dapat terjawab dan murid-murid saya semakin yakin untuk apa mereka hidup, karena siapa mereka hidup, dan akan kemana setelah mereka hidup

Lalu ketika saya berada di dalam kelas yang berisi anak dengan berbagai keyakinan pertanyaan itu kembali muncul. Maklum lah. Namanya juga anak-anak, selalu membandingkan dan merasa dirinya paling benar. Jawaban saya di tempat ini tentu saja tidak akan sama dengan jawaban saya di dalam madrasah. Bukan saya berbohong. Naudzubillah. Tidak juga mendiskreditkan satu keyakinan atau menyamaratakan keyakinan. Jawaban yang harus bisa diterima oleh setiap anak dengan keyakinan yang telah mereka warisi dari orang tua mereka.

Jawaban yang saya kemukakan harus bijaksana dan tidak menyinggung siapapun walau mungkin tidak akan memuaskan pihak manapun. Agama itu baik, sebab membawa keteraturan. Punya keyakinan itu bagus, sebab mendatangkan kedamaian. Apalagi keyakinan yang dipenuhi dengan cinta kasih dan saling menghormati.

Apapun keyakinan itu yakinilah, tanyakan sendiri pada hati anda maka di situ terdapat jawaban yang paling tepat. Hidayah, penerangan akan muncul ketika kita mensyukuri apa yang telah Tuhan beri. Kebenaran tidak akan pernah tertukar. Tuhan, Penguasa alam semesta yang Esa akan menuntun pada kebenaran itu sehingga kita benar-benar yakin pada apa yang kita anut.

Saya muslim, saya yakin pada Allah SWT Tuhan yang satu, penguasa langit dan bumi beserta isinya. Jadi yang baik itu kita selalu bersyukur pada apa yang telah Tuhan beri, melaksanakan segala perintahNya, dan menjauhi semua laranganNya.

Selasa, 30 Oktober 2012

Sesuatu dari masa lalu

....dan setelah melewatinya, pahit atau manis, masa lalu itu menyenangkan. Ketika harus dijalani dengan penuh kependihan, derai air mata, serta terasa amat menyesakkan, kini menyisakan tawa. Betapa bodohnya, alangkah konyolnya, tetapi tetap memberi satu pengalaman tersendiri. 


Masa lalu memang tak perlu dibuang. Hanya perlu disimpan untuk dikenang atau jadi suatu pelajaran bahwa perjalanan hidup tak pernah sesuai seperti apa yang diharapkan. Tak pernah lurus sesuai keinginan. Hanya perlu mengambil arah yang benar. Tak perlu tergesa-gesa. Melaju tenang pun kita pasti sampai pada tujuan yang kita inginkan.



Senin, 03 September 2012

Ayah

untuk mengingatmu
aku hanya perlu
tertidur

dengan harapan
kau datang
dalam mimpi

Jumat, 29 Juni 2012

Aku Akan Menikah

Selalu ada dilema tatkala aku harus menghadiri pernikahan salah satu teman. Aku senang karena akan bertemu teman-teman yang lama tak kujumpai walau akhirnya akan keluar satu pertanyaan. Oh, tidak. Tidak hanya satu pertanyaan, tapi bergudang. Semuanya sulit untuk aku jawab kalau tidak dikatakan enggan untuk menjawabnya.
"Kapan giliran kamu?"
"Kapan akan menikah?"
"Jangan lupa undang aku, ya!"
"Eh, cowok kamu mana? Kenalin kita, dong!!"
Dan banyak lagi pertanyaan senada yang selalu bikin aku tersudut.

"Lo gak akan menjomblo seumur hidup kan, Vie?"

"Ya....nggaklah (mungkin)! Suatu saat nanti aku akan menikah!" Huh. Aku bersuara juga walau terasa sangat berat.

"Iya, Vie? Kapan? Jangan lo biarin gue nunggu lama undangan lo!"

Aku akan menikah kalau ada orang yang mau menikahiku. Aku kira Tuhan lupa membuat pasanganku. Mungkin saja adonannya masih teronggok di tempat tersembunyi dan terlewatkan Tuhan untuk membentuknya. Hahaha.....jiwa humorku selalu keluar dengan liar.

Aaaah...pertanyaan-pertanyaan itu. Mereka tak pernah mengerti atau sekedar basa-basi? Hanya percakapan penghangat pertemuan. Atau karena tak ada topik menarik selain kesendirianku? Padahal aku akan menikah pada saat Tuhan mengatakan, "Sekarang giliranmu, La Vie!"


wrote: 19.47
11.12.2011

Rabu, 09 Mei 2012

Ijinkan aku

ijinkan aku bersenandung sekedar
luapkan rindu yang tak terbendung

ijinkan aku menatapmu
nikmati keindahan yang Tuhan cipta

ijinkan aku tersenyum
sekedar membuatmu bahagia
 
ijinkan aku mengingatmu
sebab hanya itu yang saat sekarang kumiliki
untuk tetap menghidupkanmu
dalam hati

Senin, 09 Januari 2012

7 Januari


Pagi ini matahari bersikap lembut. Dia masih berselimut awan. Pancaran tangannya yang panjang tidak sampai menyentuh aspal sehingga tidak memantulkan cahaya menyengat. Mungkin matahari kedinginan. Semoga saja dia tidak menangis. Gawat kalau matahari menangis, rencana romantisku hari ini bisa saja tergerus habis oleh cucuran air hujan, tangis matahari.

Berawan saja cukup, tidak terik dan tidak hujan. Gerimis saja mungkin, agar sore nanti akan sangat romantis. Hari ini tidak akan hanya aku saja yang bahagia. Ada banyak orang yang turut berbahagia untuk pernikahanku dan Em sore nanti.

"Kamu kelihatan gagah sekali, Tom!" puji ibu. Aku tahu itu bukan sekedar pujian seorang ibu untuk anaknya. Itu bentuk rasa syukur ibu pada Tuhan yang telah menciptakanku.

Gugup, bahagia, khawatir, senang bercampur dalam hatiku. Mulai tanggal 7 Januarai ini aku akan berstatus suami Em, perempuan yang paling aku cintai di dunia ini. Sumpahku akan selalu mencintainya dalam keadaan apapun akan didengar banyak orang secara langsung, nanti sore.

Tak sabar rasanya menunggu nanti sore bertemu pujaan hatiku untuk terakhir kalinya sebagai pacar. Aku memegang ponsel dan bersiap menelponnya. Tapi...ah...aku ingin kejutan. Huh...rindu itu...Em, semenit pun rasanya jadi seribu tahun.

Dua jam menjelang keberangkatan kami tiba-tiba ponselku berdering. Em menelpon. rupanya dia yang tidak tahan untuk tidak menghubungi.

#################################################

"Saya terima nikahnya Emi Binti Ahmad Hidayat dengan mas kawin cincin emas seberat 7 gram dibayar tunai!"

"Syah, para hadirin?" tanya penghulu kepada para saksi yang disambut teriakan "Syaaaah!" yang diiringi sedu sedan, kepedihan, dan air mata sebagai saksi cinta setiaku dengan almarhumah Em yang baru saja menghembuskan napas terakhir di pelukanku. Istriku meninggal setelah aku selesai membacakan ijab qabul.

7 Januari ini entah aku harus sedih atau bahagia. Aku datang disaat seseorang harus pulang. Senyum yang siap tersungging di bibirku untuk para tamu undangan yang datang ternyata berubah menjadi tekuk kesedihan. Perempuan yang aku cintai tak pernah ada, untukku.



Mengenang 9 tahun kepergian Emi Carwan.