Senin, 22 Februari 2010

SEMALAM

Semalam aku menunggu hujan meteor. Menunggu benda-benda langit berjatuhan menimpaku. Aku tak takut mati karena aku sangat suka semua yang berhubungan dengan langit dan semua benda-benda yang jadi dekorasinya. Aku suka sekali melihat langit yang bertaburan bintang. Itu mengingatkan aku sama jerawat di wajahmu. Aku tidak sedang menghinamu sayang. Aku suka ada jerawat di wajahmu karena itu tandanya kamu selalu merindukan aku. Satu jerawat untuk satu rasa rindumu. Tapi jangan banyak-banyak ya sayang, jadinya nanti wajahmu tak indah lagi.

Kadang malam tanpa bintang pun terasa indah. Hanya gelap yang aku tatap di setiap sudut. Ow…apa langit punya sudut? Seperti wajahmu. Sudut-sudut di wajahmu begitu tajam dan jelas memperlihatkan karaktermu yang tegas. Matamu selalu berbinar dan bersinar. Dan aku tak mau melihat mata itu tertunduk sayu karena aku. Aku tak mau jadi alasanmu bersedih. Apa lagi kalau sampai mengucurkan airmata. Kamu boleh menangis untukku saat kamu merasa bahagia berada di dekatku. Aku tak akan membiarkan airmatamu jatuh karena aku mengasarimu. Terkutuklah jika aku melakukan itu.

Hey! Semalam kita bercerita bukan? Aku tak dengar ceritamu tadi malam karena aku sibuk dengan mimpiku sendiri dan membiarkan kau bercerita sendiri. Ada kabar apa sayang? Sesuatu yang menarik yang telah aku lewatkan? Hahaha…dan kamu tahu kalau aku selalu melewatkan cerita menarikmu. Kamu tahu kalau mataku punya jam malam sendiri. Kamu tahu jam 20:00 adalah waktu aku untuk membangun duniaku. Dunia mimpi yang indah, dan melupakan dunia nyata.

Sayangku, kamu tahu kalau aku selalu senang berada di dunia mimpi, walau kadang aku jadi kecewa setengah mati saking sukanya. Ya..ketika aku bermimpi indah, semuanya itu tak benar-benar terjadi. Apalagi saat kau mencoba berusaha mencumbuku. Saat aku mulai menikmatinya aku terbangun. Huh! Aku kan ingin tahu bagaimana caramu memperlakukanku. Aku penasaran bagaimana gaya bercintamu. Aku tidak sedang membuat lelucon atau mengolok-olokmu. Itu karena kita belum bisa melakukannya secara sadar saja. Aku menghormatimu dan aku juga menghormati diriku sendiri. Aku tak mau menjatuhkan diriku di hadapanmu, atau di hadapan siapapun.

Aku senang berada di dunia mimpi, karena saat kau pergi meninggalkanku itu tidak benar-benar terjadi karena kamu masih tetap ada untukku. Sayangku, kau adalah jiwa dan nafasku. Aku senang kau selalu mengingatku. Aku bersyukur atas perasaan ini. Aku tak peduli bagaimana perasaanmu padaku. Aku tak akan mempertanyakan seberapa besar cintamu padaku. Aku tak akan membandingkan cintamu dengan yang lain, karena aku tahu kamu itu beda dengan yang lain. Kamu adalah dirimu sendiri, itu alasan mengapa aku menyukaimu selama ini.

Kekasihku, kamu adalah orang yang aku cari selama ini. aku tahu kamu sangat menyayangiku. Aku tahu kamu sangat inginkan aku sama seperti halnya aku menginginkanmu. Aku dan kamu sama-sama tak peduli akan kepercayaan yang kita pegang. Aku yakin sama apa yang aku pegang dan kamu juga yakin sama apa yang kamu jalani selama ini. Aku mau kamu berubah karena aku, tapi itu jadinya egois. Aku hanya mau kamu berubah karena memang kamu sendiri yang inginkan perubahan itu.

Semalam aku sibuk dengan mimpiku. Mimpi akan dirimu yang selalu mengerti apa mauku. Mimpi yang tak pernah ingin kuakhiri. Mimpi yang akan menyatukan kita selamanya dalam jalinan asmara yang sangat indah. Sayangku…aku tak pernah ingin terpisah darimu karena kau satu-satunya alasan aku bertahan. Aku selalu berharap kita akan bisa membuat seisi dunia cemburu dan iri setengah mati. Hanya kamu yang aku mau dalam hidup ini, bukan yang lain. Kamu alasan mengapa aku mau berlama-lama tinggal di dunia. Menuliskan diary kehidupan kita berdua. Aku tak peduli orang lain. Yang aku pedulikan hanya dirimu. Hatiku hanya untukmu. Dan kalaupun kau mengingkarinya tak mengapa karena aku ada untukmu. Aku untukmu saja.

Sayangku, semalam aku mendengar kata cinta dan rindu yang kau bisikkan lewat angin. Walau aku berkata tak akan menemuimu lagi, hatiku menjerit menolak semua itu. Kamu juga tahu. Aku juga tahu kalau kamu pun tetap harapkan kehadiranku.

Kekasihku, semalam kau coba menghubungiku di saat aku terlelap dan bermain-main dengan mimpiku. Maafkan aku karena mengabaikanmu. Bukan maksudku berbuat begitu. Sungguh, aku selalu ingin mendengar suaramu. Aku selalu ingin mendengar kau bernyanyi. Aku tahu kamu baik dan selalu bikin aku bahagia. Aku selalu ingin bersamamu.

Kekasihku, aku ingin berbincang denganmu sampai pagi, menatapmu lama-lama. Lalu gelap dan dinginnya malam memaksa kita mendekatkan kulit untuk bersentuhan. Itu yang selalu kamu mau. Dinginnya malam akan membuat bibir kita saling memagut. Itu yang selalu aku mau. Kamu selalu ingin memelukku erat dan aku selalu ingin mencumbumu sampai kita sama-sama puas.

Semoga semua itu tidak hanya terjadi dalam semalam. Walau kita sangat suka malam, waktu yang tepat untuk saling mendekatkan diri. Waktu yang tepat untuk saling mengenal dan menambah rasa sayang yang kita miliki. Semoga semua itu memang akan terjadi atas ijin Tuhan. Aku untukmu dan kamu hanya untukku selamanya dan bukan hanya untuk semalam.


30 Desember 2009
09:58

Tidak ada komentar:

Posting Komentar