Selasa, 13 Februari 2018

Sifat Tersembunyi






“Lho…kenapa Din? Pulang kencan kok marah-marah?”

Heran deh aku sama Dinda kali ini. Gak jelas banget, aku tanya seperti itu dia malah manyun, diam, dan gak peduli sama pertanyaanku. Kali aku yang terlalu kepo, ya??

“Kenapa sih?” tanyaku lagi.

“Dariiil…..” jawab Dinda masih dengan bibir manyun.

“Kenapa? Putus?”

“Nggaklah!”

“Iya, lantas kenapa?”

“Di café dia tadi celingak-celinguk ke kolong meja. Bongkar-bongkar tas aku. Lirak-lirik sana-sini. Aku pikir dia lagi nyari apa... Nyari cewek lain atau apa….taunya…” Dinda menggantung curhatannya, bikin aku benar-benar penasaran.

“Taunya apa?” tanyaku tak sabar.

“Katanya nyari sifat aku...yang tersembunyi!”



13.02.2018


Tidak ada komentar:

Posting Komentar